Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Karhutla di Sumatera Menurun, Namun Titik Panas di Sumsel Justru Bertambah

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan informasi terkini mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa jumlah titik panas di Pulau Sumatera menunjukkan penurunan yang signifikan.

Menurut Berton, wilayah Riau mengalami penurunan jumlah titik api yang drastis. Dari 202 titik panas yang tercatat sebelumnya, kini hanya tersisa 62 titik. Sementara itu, titik api yang terpantau di Riau saat ini tinggal 12 titik dengan jarak pandang mencapai 5 km.

Namun, situasi berbeda terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel), di mana jumlah titik panas justru mengalami peningkatan. Dari 804 titik panas, kini tercatat 1.013 titik panas setelah mengalami kenaikan sebesar 209 titik. Meski demikian, jumlah titik api di Sumsel juga menurun menjadi 11 titik, dengan jarak pandang kurang dari 5 km.

“Di Riau, Sumsel, dan Jambi, jumlah titik api menunjukkan penurunan, namun Sumatera Selatan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan tambahan 209 titik panas menjadi total 1.013 titik,” ungkap Berton dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Sementara itu, Provinsi Jambi juga mencatat penurunan jumlah titik panas. Dari 135 titik, kini tersisa hanya 49 titik panas. Titik api di Jambi saat ini hanya berada di 4 kawasan, dengan jarak pandang sekitar 7 km.

“Kedua provinsi, Riau dan Jambi, menunjukkan penurunan titik panas yang jelas. Jarak pandang bervariasi antara 4 hingga 5 km di Riau dan Sumatera Selatan, sedangkan di Jambi dapat mencapai 7 km,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau. Ia menegaskan bahwa tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan akan menghadapi pencabutan izin usaha.

Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo saat berdialog dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M. Edy Afrizal, saat meninjau penanganan karhutla pada Senin, 24 Agustus 2026. Dialog ini juga disiarkan melalui platform resmi Sekretariat Presiden.

Edy melaporkan bahwa terdapat 306 titik panas yang masih terdeteksi di Riau, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah selatan, sedangkan kawasan utara dinyatakan relatif aman dari kebakaran.

Prabowo kemudian menegaskan pentingnya investigasi terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan. Ia meminta aparat kepolisian, kejaksaan, dan lembaga intelijen untuk melakukan penyelidikan jika ada indikasi perusahaan yang memerintahkan pembakaran.

Exit mobile version