Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Jenderal TNI Dorong Generasi Z Berkontribusi Membangun Bangsa di Perusahaan Game Terkemuka

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan, Mayjen TNI Priyanto, menjelaskan alasan di balik pemilihannya terhadap VCGamers, sebuah marketplace game yang berasal dari Indonesia, sebagai lokasi kunjungan civitas akademik Program Studi Manajemen Pertahanan.

Menurutnya, VCGamers merupakan contoh konkret bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses pembangunan bangsa. Kunjungan ini menjadi platform kolaborasi antara akademisi dan industri untuk mendiskusikan isu-isu strategis, mulai dari keamanan siber hingga pertumbuhan ekonomi digital.

“Kita melihat bagaimana sebuah perusahaan yang dikelola oleh generasi muda, yang sering disebut sebagai Gen Z, bisa menjadi tulang punggung bangsa. Kami merasa bangga bahwa salah satu perusahaan yang digerakkan oleh mereka tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga memberikan manfaat luas untuk negara dan masyarakat,” ungkap Mayjen Priyanto pada Rabu, 1 April 2026.

Ia menambahkan, pengalaman yang didapatkan mahasiswa dari kunjungan ini diharapkan dapat menjadi modal penting saat mereka memasuki dunia kerja dan berkontribusi kepada masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh untuk bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka harus memahami pentingnya pengabdian kepada masyarakat, mulai dari siswa SMK hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, serta siap menghadapi tantangan di dunia usaha,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, puluhan mahasiswa dan civitas akademik Universitas Pertahanan diajak untuk melihat langsung berbagai aktivitas di VCGamers, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, operasional, hingga manajemen sumber daya manusia dan keuangan. Selain itu, diskusi mengenai tantangan dan peluang di era digital yang semakin kompleks juga dilakukan antara kedua belah pihak.

Wafa Taftazani, Chairman VCGamers, menyambut positif kunjungan ini. Ia menilai pertemuan ini sangat penting untuk menyatukan pandangan antara akademisi dan pelaku industri, terutama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

“Di era digital yang semakin terhubung, isu keamanan data dan sistem menjadi sangat penting, tidak hanya bagi sektor bisnis, tetapi juga memiliki dampak langsung pada ketahanan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara industri dan akademisi sangat diperlukan untuk menciptakan sistem yang aman, resilient, dan adaptif terhadap ancaman siber yang terus bermunculan,” jelas Wafa.

Exit mobile version