Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Iran Menyatakan Tuduhan AS Soal Bom Nuklir Sebagai Rekayasa Politik untuk Menakut-nakuti Dunia

Kementerian Luar Negeri Iran telah mengeluarkan pernyataan terkait narasi yang beredar mengenai program bom nuklir negara tersebut, yang selama lebih dari dua dekade disampaikan oleh Amerika Serikat. Melalui juru bicaranya, Esmaeil Baghaei, Iran menyebutkan bahwa narasi ini merupakan sebuah konstruksi politik yang ditujukan untuk menekan dan menakut-nakuti komunitas internasional.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Kamis, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa kekhawatiran global mengenai program nuklir Iran tidak didasarkan pada fakta yang valid.

“Selama lebih dari dua puluh tahun, dunia telah dipenuhi dengan ketakutan akibat narasi mengenai bom nuklir Iran. Padahal, isu ini lebih bersifat sebagai rekayasa politik untuk mempengaruhi, bukan kenyataan. Meskipun demikian, Iran telah terlibat dalam perundingan dan mencapai kesepakatan sebagai respons terhadap tuduhan-tuduhan tersebut,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari sumber resmi pada 24 April 2026.

Baghaei juga menambahkan bahwa meskipun Iran menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada bulan Juni yang lalu, negara tersebut tetap berkomitmen untuk terlibat dalam proses negosiasi.

Ia menjelaskan bahwa dalam putaran negosiasi terbaru, kedua belah pihak bahkan berhasil mencapai kesepakatan mengenai beberapa parameter penting yang menjadi dasar pemahaman awal.

Menurutnya, dari sudut pandang pihak luar, parameter tersebut dirancang untuk mengatasi kekhawatiran yang ada. Sementara itu, dari perspektif Iran, hal itu bertujuan untuk memastikan hak-hak nuklir negara tersebut tetap terjaga.

“Berdasarkan kesepakatan tersebut, atas usulan dari pihak luar, disepakati untuk mengadakan pertemuan di Wina yang melibatkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membahas aspek teknis dari isu ini. Itu adalah kesepakatan terakhir yang dicapai antara kedua belah pihak,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Iran tidak tinggal diam atas serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel sejak 28 Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya pemimpin mereka, Ali Khamenei, serta beberapa pejabat dan komandan senior Iran. Iran, melalui angkatan bersenjatanya, telah melancarkan serangan rudal dan drone setiap hari yang menargetkan wilayah yang diduduki oleh Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

Sejak insiden tersebut, Iran mengklaim telah menunjukkan sikap yang bertanggung jawab dengan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan, meskipun mereka merasa berada dalam posisi yang lebih menguntungkan setelah melakukan sekitar seratus gelombang serangan balasan.

Exit mobile version