bisnis

IHSG Turun Lebih dari 2 Persen, Sektor Bahan Baku Mengalami Penurunan Signifikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan menjelang libur panjang peringatan Hari Jumat Agung. Pada penutupan perdagangan Kamis sore, 2 April 2026, IHSG merosot 2,19 persen atau setara dengan 157,66 poin, menutup sesi di level 7.026.

Dari pengamatan yang dilakukan, IHSG menunjukkan pergerakan sideways sebelum akhirnya jatuh tajam ke area 7.025 menjelang akhir sesi. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 12,71 triliun, sementara volume transaksi harian berada di angka 255,5 juta dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,79 juta.

Sektor bahan baku mencatatkan penurunan paling parah, dengan koreksi mencapai 4,86 persen. Di sisi lain, sektor konsumer siklikal menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan hasil positif, meningkat sebesar 0,45 persen.

Selain itu, sektor infrastruktur mengalami penurunan sebesar 3,96 persen, sementara sektor energi melemah 2,94 persen. Sektor industri, transportasi, dan teknologi juga mengalami penurunan dengan angka masing-masing 2,23 persen, 2,08 persen, dan 2,07 persen. Sektor properti jatuh 1,57 persen, diikuti oleh sektor keuangan yang turun 0,72 persen, sektor kesehatan yang tergerus 0,68 persen, serta sektor konsumer non-siklikal yang merosot 0,61 persen.

Menurut analisis dari Tim Analis Phintraco Sekuritas, penurunan indeks ini dipicu oleh peningkatan harga minyak mentah setelah pidato Presiden Trump terkait konflik di Iran.

Harga minyak mentah kembali mengalami lonjakan lebih dari 6 persen, melampaui level US$107 per barel, setelah pernyataan Trump. Dalam pidato tersebut, Trump menegaskan bahwa operasi militer Epic Fury di Iran akan terus dilanjutkan hingga semua tujuan strategis tercapai.

Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk melakukan serangan yang signifikan terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu mendatang, yang diperkirakan akan berdampak besar. Ia menekankan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu dekat, AS akan menyerang infrastruktur Iran secara serentak.

Di tengah guncangan pasar, Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa beberapa saham masih menunjukkan performa yang kuat. Berikut adalah tiga emiten dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers) di antara 45 saham yang terdaftar dalam indeks LQ45.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu emiten yang mencatatkan lonjakan, dengan kenaikan sebesar 4,40 persen atau 55 poin, ditutup di posisi 1.305.

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga menunjukkan performa positif, dengan sahamnya melonjak 2,70 persen atau 1.850 poin, berakhir di level 70.375.

Sementara itu, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tidak ketinggalan, mencatatkan kenaikan sebesar 2,41 persen atau 100 poin, menutup sesi di harga 4.250.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k