Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi untuk melanjutkan penurunan pada sesi perdagangan hari Senin, 19 Oktober 2026. Pasar saham masih berada di bawah tekanan, setelah IHSG merosot tajam sebesar 11,6 persen pada akhir perdagangan Jumat lalu, mencapai level 5.185.
Penurunan IHSG ini juga disertai oleh aksi jual bersih dari investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp3,4 triliun. Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing mencakup PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Riset Retail, memperkirakan bahwa tekanan pada IHSG masih akan berlanjut di awal pekan ini. Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah kemungkinan penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“IHSG berpotensi untuk melanjutkan penurunan hari ini sebagai dampak dari kemungkinan penurunan rating MSCI. Disarankan untuk menghindari terlebih dahulu saham-saham dengan proporsi kepemilikan asing yang tinggi,” jelas Fanny dalam analisisnya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, para pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan level teknikal IHSG yang menjadi fokus dalam proyeksi perdagangan hari ini.
Fanny menetapkan level support IHSG berada di kisaran 4.900 hingga 5.000, sementara itu level resistance ditentukan dalam rentang 5.200 hingga 5.250.
Level support merupakan area yang berpotensi menahan penurunan indeks, sedangkan level resistance menunjukkan area yang dapat membatasi kenaikan. Kedua level ini dapat dijadikan acuan untuk memantau pergerakan IHSG di saat pasar mengalami volatilitas.
Selain memperhatikan pergerakan indeks, investor juga perlu mengawasi perkembangan sentimen MSCI serta arus transaksi dari investor asing yang mempengaruhi dinamika perdagangan saham.
Dalam riset yang sama, Fanny merekomendasikan enam saham yang layak dicermati dalam perdagangan hari Senin. Saham-saham tersebut adalah TINS, NCKL, INCO, AADI, CPIN, dan TAPG.
Strategi yang diusulkan untuk keenam saham ini adalah buy on weakness, yaitu membeli saham ketika harganya mengalami penurunan hingga mencapai area pembelian yang ditentukan. Meskipun demikian, strategi ini harus disesuaikan dengan pergerakan harga dan batas risiko dari masing-masing saham.

