Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyelesaikan perdagangan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan catatan positif. IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,94 persen, bertambah 49,472 poin dan mencapai level 5.328,360.
Selama sesi perdagangan, IHSG menunjukkan pergerakan yang bervariasi setelah dibuka di level 5.278. Indeks ini tercatat bergerak dalam rentang yang luas, mulai dari level terendah 4.185 hingga mencapai titik tertinggi di 5.328.
Penguatan IHSG ini menunjukkan bahwa indeks saham acuan tersebut kembali mencatatkan kenaikan yang signifikan. Namun, pergerakan saham di berbagai sektor masih menunjukkan variasi, dengan beberapa sektor mengalami penguatan sementara yang lain mengalami penurunan.
Berdasarkan data sektoral, sektor kesehatan, yang tercatat di IDXHEALTH, menunjukkan kenaikan tertinggi dengan penguatan sebesar 3,35 persen. Kinerja positif juga terlihat pada sektor properti, infrastruktur, dan barang konsumen yang menunjukkan tren yang menguntungkan.
Berikut adalah pergerakan indeks sektoral pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026:
Mayoritas sektor berakhir di zona hijau, menunjukkan optimisme pasar. Namun, sektor industri dan teknologi masih menghadapi tekanan pada perdagangan kali ini, menciptakan ketidakpastian bagi investor.
Beberapa saham mengalami lonjakan harga yang signifikan dan menjadi top gainers pada perdagangan Rabu. STRK menduduki posisi teratas dengan penguatan sebesar 34,31 persen, mencuri perhatian pelaku pasar.
Berikut adalah lima saham dengan kenaikan tertinggi berdasarkan data perdagangan yang ada:
– STRK: +34,31%
– SOHO: [data spesifik tidak disebutkan]
– [Saham lainnya yang relevan]
– [Saham lainnya yang relevan]
– [Saham lainnya yang relevan]
Kenaikan yang terjadi pada saham-saham tersebut sejalan dengan penguatan IHSG secara keseluruhan. Meskipun telah menunjukkan kenaikan harga yang signifikan, setiap saham tetap memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda-beda, yang perlu diperhatikan oleh investor.
Di sisi lain, terdapat sejumlah saham yang mengalami penurunan harga, termasuk dalam kategori top losers. Pelemahan terbesar terjadi pada ATAP, diikuti oleh SINI, TMPO, UANG, dan WIFI, yang menunjukkan dinamika pasar yang beragam.

