Harga komponen PC di tahun 2026 menjadi pertimbangan krusial bagi para pengguna yang berencana untuk merakit komputer baru. Di masa lalu, merakit PC sendiri sering kali dianggap sebagai solusi paling ekonomis. Namun, kondisi pasar saat ini mulai mengubah perspektif tersebut, membuat keputusan menjadi lebih kompleks.
Kenaikan harga komponen, terutama pada sektor memori dan penyimpanan, semakin terasa. Laporan dari International Data Corporation (IDC) mencatat bahwa kekurangan DRAM dan NAND, yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari infrastruktur AI, telah memberikan tekanan yang signifikan terhadap harga komponen PC. Proyeksi untuk pertumbuhan pasokan DRAM dan NAND di tahun 2026 juga menunjukkan angka yang berada di bawah rata-rata historis.
Situasi ini berimbas pada biaya untuk membangun PC secara mandiri, yang tidak lagi semurah beberapa tahun lalu. Dalam berbagai konfigurasi, harga PC rakitan atau yang sudah dirakit kini menawarkan kompetisi yang cukup menarik dibandingkan dengan membeli semua komponen secara terpisah.
Mengapa harga untuk merakit PC juga mengalami peningkatan?
Salah satu faktor utama adalah dampak pada RAM. Permintaan tinggi dari pusat data AI mendorong produsen untuk mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksi untuk kebutuhan enterprise, termasuk memori dengan performa tinggi.
Dampak dari situasi ini sangat dirasakan di pasar konsumen. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sejumlah laporan mencatat bahwa harga DDR4, DDR5, SSD, dan komponen penyimpanan lainnya mengalami tekanan akibat kondisi pasokan yang tidak stabil.
Kartu grafis juga merupakan elemen penting yang harus diperhatikan. Saat ini, NVIDIA telah meluncurkan GeForce RTX 50 Series yang berbasis arsitektur Blackwell, dilengkapi dengan fitur seperti DLSS 4.5, ray tracing generasi terbaru, dan Tensor Core generasi kelima.
Namun, penting untuk dicatat bahwa harga GPU di pasar tidak selalu mengikuti harga pada saat peluncuran. Kelangkaan komponen dan permintaan yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan harga untuk beberapa model kartu grafis, sehingga membeli GPU secara terpisah mungkin bukan pilihan paling ekonomis.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat kondisi harga di pasar Indonesia.
Harga yang ada di Indonesia menunjukkan perbedaan yang signifikan antara komponen individual dan PC yang sudah dirakit.
Sebagai contoh, data dari Enterkomputer mencatat bahwa harga untuk GeForce RTX 5060 8GB berkisar antara Rp6,85 juta hingga Rp7,37 juta untuk berbagai model yang tersedia. Harga tersebut hanya mencakup kartu grafis, belum termasuk prosesor, motherboard, RAM, SSD, power supply, casing, dan pendingin sistem.

