Atlet boccia Indonesia, Felix Ardi Yudha, berhasil menunjukkan bahwa ketenangan adalah kunci untuk menghadapi tekanan pada pertandingan final Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Dengan pendekatan yang tenang dan terukur, Felix sukses mempersembahkan medali emas kedelapan bagi Kontingen Indonesia pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Felix meraih medali emas setelah berhasil mengalahkan atlet asal Thailand, Phakphum Linchum, dengan skor akhir 5-3 dalam final nomor individual putra BC2. Pertandingan yang berlangsung di Nagoya City General Gymnasium ini menjadi momen yang sangat penting bagi kariernya.
Kemenangan yang diraih Felix tidak datang dengan mudah. Pada dua set pertama, ia sempat tertinggal dengan selisih tiga poin. Dalam kondisi tersebut, ia memilih untuk tetap fokus dan tidak terburu-buru dalam mengejar ketertinggalan.
Keputusan untuk tetap tenang dan tidak panik terbukti sangat efektif. Atlet berusia 33 tahun ini mampu menemukan ritme permainan yang baik pada set ketiga dan berhasil mempertahankan keunggulan tersebut hingga set keempat untuk memastikan kemenangan.
Felix mengungkapkan bahwa menjaga ketenangan adalah bagian integral dari strateginya dalam menghadapi lawan. Ia selalu berusaha untuk membaca situasi pertandingan dan menunggu momen yang tepat untuk membalikkan keadaan.
“Berusaha untuk tetap tenang menunggu momentum untuk mengatasi lawan,” ujar Felix dalam pernyataannya setelah pertandingan.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya bisa mengatasi tekanan saat tertinggal dan menutup pertandingan dengan hasil positif yang menggembirakan.
Medali emas yang diraihnya merupakan pencapaian signifikan bagi Felix, sekaligus menambah koleksi medali emas Indonesia dari cabang boccia. Sebelumnya, dua atlet Indonesia lainnya, Handayani dan Gischa Zayana, juga berhasil menyumbangkan emas dari nomor individual putri BC1 dan BC2.
Dengan kemenangan ini, cabang boccia telah menyumbangkan total tiga medali emas untuk Indonesia dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Tambahan medali ini turut membantu Kontingen Indonesia mencapai total delapan medali emas, melampaui target awal yang ditetapkan yaitu tujuh emas sebelum keberangkatan ke Jepang. Capaian ini menjadi modal yang sangat positif bagi perjuangan atlet-atlet Merah Putih dalam ajang olahraga multicabang terbesar di Asia untuk para penyandang disabilitas.
Lima medali emas lainnya berasal dari tiga cabang olahraga yang berbeda. Atlet para renang, Maulana Rifky Yavianda, mencatatkan prestasi gemilang dengan menyumbangkan dua emas pada nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12.
Sementara itu, I Kadek Dwi Purwana Yasa berhasil meraih emas di nomor lempar cakram putra F57, sedangkan Karisma Evi Tiarani menjadi yang tercepat di nomor 100 meter putri T63 dari cabang para atletik.

