Desain Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, Targetkan Perjalanan Hanya 3 Jam 40 Menit

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) baru saja meluncurkan desain kereta cepat Jakarta–Surabaya yang dikembangkan oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan PT INKA (Persero) di Madiun. Menurut informasi resmi dari Kemdiktisaintek, desain ini merupakan langkah inovatif dalam bidang transportasi yang menekankan pada aspek efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan.
Kereta cepat ini direncanakan untuk mencapai kecepatan maksimal 290 km/jam dan dapat mengangkut hingga 600 penumpang dalam setiap perjalanan. Dengan performa tersebut, durasi perjalanan dari Jakarta ke Surabaya diperkirakan hanya membutuhkan waktu 3 jam 40 menit. Rangkaian kereta ini dirancang dengan total 12 trainset.
“Desain Kereta Cepat ini dikembangkan sebagai visi untuk masa depan transportasi yang mengedepankan kecepatan, kapasitas, dan efisiensi untuk perjalanan antarkota,” demikian keterangan yang disampaikan di akun resmi Kemdiktisaintek, yang dikutip pada Kamis (22/10/2026).
Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada mobilitas rendah emisi, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebagai bagian dari pengembangan teknologi transportasi masa depan di Indonesia.
Sementara itu, merujuk pada informasi dari situs resmi LPDP Kementerian Keuangan, Kepala Riset yang mendapatkan dukungan pendanaan dari LPDP melalui skema Riset Inovasi Produktif (RISPOR) menjelaskan bahwa berdasarkan rancangan badan kereta cepat ini, kereta mampu melaju hingga 250 km/jam dengan kecepatan operasional yang berkisar antara 200 hingga 200 km/jam.
“Dalam tim kami, saya bertindak sebagai peneliti utama yang bertanggung jawab untuk merancang eksterior dan interior badan kereta dari Kereta Cepat Indonesia. Ruang lingkup pekerjaan kami mencakup keseluruhan carbody, mulai dari bagian depan hingga belakang, baik dari sisi luar maupun dalam,” ungkap Agus Windharto saat ditemui di booth pameran riset LPDP Fest 2023 yang lalu.
Ia juga menjelaskan bahwa kereta cepat Jakarta–Surabaya ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal berat gerbong. Sementara gerbong kereta konvensional yang dapat menampung 50 penumpang kelas eksekutif memiliki berat sekitar 50 hingga 60 ton, gerbong kereta cepat yang dirancang oleh Agus Windharto ini hanya memiliki berat antara 40 hingga 45 ton, berkat penggunaan bahan Extruded Aluminium Alloy 6061.
Meskipun menggunakan bahan aluminium yang lebih ringan dibandingkan stainless steel, hal ini tidak berarti mengorbankan kualitas dan aspek keselamatan. Semua aspek telah dirancang dan diperhitungkan dengan cermat, berlandaskan pada empat pilar utama yang harus dipenuhi, yaitu reliability, availability, maintainability, dan safety (RAMS).




