Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Daftar Harga BBM ASEAN April 2026: Apakah Indonesia Masih Menjadi yang Termurah?

Jakarta – Ketegangan yang meningkat antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat baru-baru ini telah berimbas pada ketidakstabilan pasar energi global. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menjadi salah satu faktor yang membuat situasi semakin memanas.

Ketidakpastian yang melingkupi pasar energi ini menyebabkan harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi yang tajam, yang berdampak langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pada tanggal 18–19 April 2026, Pertamina mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak berubah. Di DKI Jakarta, harga terbaru BBM dari Pertamina adalah sebagai berikut: Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.

Dengan kenaikan harga tersebut, pertanyaan yang muncul adalah apakah Indonesia masih termasuk negara dengan harga BBM terendah di kawasan Asia Tenggara? Mari kita periksa lebih lanjut informasi ini.

Berdasarkan data terbaru dari Global Petrol Prices per 13 April 2026, harga bensin di Indonesia tercatat sebesar US$0,724 per liter, atau setara dengan Rp12.308 per liter (dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS). Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM yang paling terjangkau di Asia Tenggara.

Di sisi lain, Malaysia juga mencatat harga bensin yang relatif murah, yaitu US$1,074 per liter, atau sekitar Rp18.258 per liter. Vietnam berada di kisaran US$0,919 per liter, yang setara dengan Rp15.623 per liter, tetap lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Sementara itu, Thailand melaporkan harga bensin sebesar US$1,693 per liter, yang setara dengan Rp28.781 per liter. Filipina mencatat harga di angka US$1,610 per liter, atau sekitar Rp27.370 per liter. Laos bahkan mencatat harga yang lebih tinggi, mencapai US$1,901 per liter, setara dengan Rp32.317 per liter.

Kamboja juga termasuk dalam kategori negara dengan harga BBM yang cukup tinggi, yaitu US$1,576 per liter, yang setara dengan Rp26.792 per liter. Berikut adalah daftar harga BBM di beberapa negara Asia Tenggara per April 2026:

1. Indonesia – US$0,724/liter (Rp12.308)

2. Vietnam – US$0,919/liter (Rp15.623)

3. Malaysia – US$1,074/liter (Rp18.258)

4. Kamboja – US$1,576/liter (Rp26.792)

5. Filipina – US$1,610/liter (Rp27.370)

6. Thailand – US$1,693/liter (Rp28.781)

7. Laos – US$1,901/liter (Rp32.317)

Dari data tersebut, jelas terlihat bahwa Indonesia masih memegang posisi sebagai negara dengan harga BBM yang paling terjangkau di antara negara-negara tetangga di Asia Tenggara, meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Perubahan harga ini tentunya menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama dalam konteks inflasi dan daya beli.

Sebagai catatan penting, meskipun harga BBM di Indonesia terbilang rendah, faktor-faktor lain, seperti kualitas bahan bakar dan ketersediaan, juga perlu dipertimbangkan. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan subsidi dan regulasi pasar energi akan berpengaruh besar terhadap harga BBM di masa mendatang.

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dinamika harga BBM dan bagaimana hal ini berdampak pada ekonomi secara keseluruhan.

Exit mobile version