Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan peringatan kepada Israel untuk tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Selain itu, AS juga mendesak Tel Aviv agar menjaga tingkat de-eskalasi yang ada dengan Suriah saat ini.
Informasi ini dilaporkan oleh saluran berita Al-Hadath dari Arab Saudi, yang mengutip berbagai sumber pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Sumber-sumber yang terlibat mengungkapkan bahwa Israel telah memberitahukan Washington tentang niatnya untuk melanjutkan serangan terbatas dan rutin terhadap target-target yang terletak di Jalur Gaza dan Lebanon.
Pada tanggal 28 Februari, AS dan Israel mulai melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian direspons oleh Iran dengan serangan serupa.
Di pertengahan bulan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan. Namun, dalam waktu singkat, kedua pihak kembali terlibat dalam serangan satu sama lain.
Meskipun keadaan konflik tersebut belum sepenuhnya teratasi, saat ini tidak ada permusuhan aktif yang terjadi. Namun, Washington memilih untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai upaya untuk mengakhiri ketegangan dengan menambahkan beban finansial pada Teheran.

