Aktris ternama dan mantan utusan khusus UNHCR, Angelina Jolie, baru-baru ini membagikan citra satelit dari Google Earth yang memperlihatkan besarnya kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza. Melalui akun Instagram pribadinya, Jolie mengunggah foto-foto yang menunjukkan perbandingan kondisi wilayah tertentu di Gaza sebelum dan setelah konflik, yang kini dipenuhi reruntuhan.
“Anda dapat membuka Google Earth dan menyaksikan apa yang terjadi di Gaza,” tulis Jolie, seperti yang dilaporkan oleh sejumlah sumber, pada Senin (5/10/2026).
Citra yang dibagikan Jolie menunjukkan area yang dulunya merupakan permukiman yang padat, kini tampak seperti lautan puing. Di antara lokasi yang terungkap adalah sekitar Sekolah Al-Qadisiyah di Rafah, Khan Younis di bagian selatan Gaza, serta Jalan Omar Mukhtar di Kota Gaza. Mengacu pada analisis citra satelit yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan Juni, Jolie mengungkapkan bahwa sekitar 82 persen bangunan di Gaza mengalami kerusakan, dengan hampir dua pertiga di antaranya dianggap hancur total.
“Seluruh area permukiman telah berubah menjadi tumpukan puing,” jelasnya.
Jolie menekankan bahwa kehancuran ini tidak hanya meliputi rumah, tetapi juga sekolah, universitas, rumah sakit, jalan, sistem penyediaan air, serta infrastruktur sanitasi. Berdasarkan data kemanusiaan yang ia kutip, sekitar 1,98 juta orang, atau 94 persen dari total populasi Gaza, kini memerlukan bantuan terkait tempat tinggal dan kebutuhan dasar menjelang musim dingin yang semakin dekat.
“Bantuan serta material untuk tempat tinggal masih terhambat oleh berbagai kendala dan penundaan,” ungkapnya.
Walaupun citra satelit dapat memberikan gambaran fisik tentang skala kehancuran, Jolie menyatakan bahwa hal tersebut tidak mampu menggambarkan dampak emosional yang dialami oleh masyarakat.
“Apa yang tidak bisa ditunjukkan adalah bagaimana rasanya hidup di tengah kehancuran, apa yang terjadi pada keluarga yang kehilangan anggota, dan bagaimana kehidupan mereka yang tersisa,” tambah Jolie.
Ia menyerukan agar akses terhadap material tempat tinggal, bantuan kemanusiaan, dan pasokan medis dibuka dengan segera. Jolie juga mendesak agar kondisi yang memungkinkan warga Palestina untuk membangun kembali kehidupan mereka dapat segera terwujud.
“Kehancuran yang terlihat adalah nyata. Kebutuhan yang ada sudah jelas. Yang menjadi soal sekarang adalah apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi,” ujar Jolie.
Jolie, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Niat Baik UNHCR dan kemudian sebagai Utusan Khusus UNHCR selama lebih dari dua dekade hingga tahun 2022, telah menjadi suara yang vokal terkait isu-isu kemanusiaan. Sejak Oktober 2023, konflik yang berlangsung di Gaza telah memicu kecaman internasional, dengan lebih dari 74.000 warga Palestina kehilangan nyawa dan lebih dari 175.000 lainnya mengalami luka-luka. Data dari pihak Palestina juga menunjukkan bahwa sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza telah hancur.

