berita

IRGC Umumkan Peta Baru Selat Hormuz, Apa Dampaknya Terhadap Hubungan dengan AS?

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baru-baru ini mengumumkan peta baru yang menggambarkan area di Selat Hormuz yang mereka klaim sebagai wilayah yang berada di bawah kendali angkatan laut mereka.

Laporan dari media semi-resmi Fars menyebutkan bahwa wilayah yang ditetapkan dalam peta tersebut mencakup area dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran menuju Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab. Selain itu, peta ini juga menunjukkan garis dari Kuh-e Mobarak di Iran hingga ke wilayah selatan Fujairah di UEA. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai seberapa besar perubahan dalam kendali wilayah yang diklaim dibandingkan dengan peta sebelumnya.

Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebi, menegaskan bahwa peluncuran peta terbaru ini tidak menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan keseluruhan Selat Hormuz. Ia menyampaikan bahwa kapal-kapal komersial diwajibkan untuk mematuhi protokol pelayaran yang ditetapkan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi dan harus berkoordinasi dengan otoritas Iran di jalur yang telah ditentukan.

Kapal-kapal yang mengikuti protokol yang ada akan diizinkan untuk melintas dengan aman. Sebaliknya, jika ada kapal yang melanggar aturan, mereka dapat dihentikan secara paksa oleh angkatan laut Iran.

Pengumuman ini datang hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan untuk mengarahkan kapal-kapal yang terjebak di selat tersebut keluar dari wilayah yang dibatasi pada hari Senin.

Pernyataan Trump ini mendapatkan respons tegas dari komando militer tertinggi Iran, yang memperingatkan bahwa setiap kekuatan asing, terutama pasukan Amerika Serikat, akan menjadi sasaran jika mencoba memasuki atau mendekati selat tersebut.

Pada hari yang sama, dilaporkan bahwa dua rudal menghantam fregat Angkatan Laut AS di selat setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan dari Iran. Menurut laporan media semi-resmi Fars, fregat itu berlayar dekat pelabuhan Jask dan dianggap melanggar aturan keamanan maritim yang ditetapkan oleh Iran. Akibat serangan tersebut, fregat tersebut tidak dapat melanjutkan pelayarannya dan terpaksa mundur dari kawasan itu. Hingga saat ini, pihak berwenang AS belum memberikan pernyataan mengenai insiden tersebut.

Iran sendiri telah meningkatkan pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari, dengan membatasi akses bagi kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Tindakan ini diambil setelah kedua negara melaksanakan serangan bersama ke wilayah Iran. Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade tandingan setelah pertemuan pascagencatan senjata antara kedua pihak di Islamabad pada 11 hingga 12 April tidak membuahkan kesepakatan.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k