bisnis

Harga BBM April Diprediksi Naik Akibat Krisis Energi, Simak Penjelasan Pertamina

Jakarta – Muhammad Baron, Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, menekankan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Oleh karena itu, prediksi mengenai kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dianggap valid.

“Hingga saat ini, kami belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait harga per 1 April 2026,” jelas Baron saat dikonfirmasi oleh ANTARA dari Jakarta pada hari Senin.

Baron juga mengimbau masyarakat untuk mencari informasi mengenai harga BBM yang akurat melalui saluran resmi Pertamina, yaitu di www.pertamina.com.

Dalam kesempatan ini, Baron menegaskan dukungannya terhadap anjuran pemerintah agar masyarakat menggunakan energi dengan bijak.

“Karena itu, segala informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Baron.

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap spekulasi mengenai harga jual eceran BBM nonsubsidi untuk bulan April 2026 yang tengah beredar di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa harga Pertamax diperkirakan akan meningkat menjadi Rp17.850 per liter, dengan kenaikan sebesar Rp5.550 dari harga sebelumnya, yaitu Rp12.300 per liter pada Maret 2026.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah, yang naik dari Rp16.819 per 1 dolar AS menjadi Rp16.877 per 1 dolar AS.

Selain itu, informasi yang beredar juga menunjukkan bahwa lonjakan harga indeks pasar (HIP) untuk BBM jenis RON 92 mengalami kenaikan sebesar 62,44 persen, dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel. Ini setara dengan kenaikan sekitar Rp4.925 per liter, dari harga sebelumnya Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.

Diperkirakan, harga jual untuk produk bensin lainnya juga akan mengalami kenaikan. Misalnya, Pertamax Green 95 diprediksi naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.450 per liter.

Sementara itu, untuk jenis solar, harga Pertamina Dex juga diperkirakan akan melonjak dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter. Begitu juga dengan Dexlite yang diprediksi naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.

Di tengah krisis energi yang melanda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berupaya agar harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k